Aisha.co.id, – Kisah miris seorang sopir taksi nekat bekerja, meski selang makanan masih menempel di hidungnya, viral di jejaring sosial facebook, menurut cerita yang beredar, pengemudi taksi tampak sedih karena tubuhnya yang kurus dengan selang makanan masih menempel di hidungnya.

Laporan dirangkum Intisari dalam artikel surabaya.tribunnews.com “Sambil Bawa Selang Rumah Sakit Menancap di Tubuhnya, Pria Ini Bekerja Sebagai Sopir Taksi, Rupanya Ada Fakta Menyedihkan di Baliknya’, kisah viral driver taksi ini salah satunya diunggah akun Facebook Niramon Shicam, Kamis (12/9/2019)

Dalam pernyataannya, Niramon mengatakan dia bertemu dengan seorang lelaki tua kurus yang mencari nafkah dengan menjadi sopir taksi di Thailand. Yang terburuk dari pemandangan itu adalah bahwa lelaki tua kurus itu masih mengenakan selang seperti di rumah sakit.

Ternyata, selang itu adalah tabung nasogastrik yang menempel di hidung. Tubuhnya yang rapuh juga tampak rapuh, hampir seperti tulang yang terlihat jelas melalui kulitnya yang tipis. Siapa sangka di balik kondisi ini adalah kisah sedih.

Menurut Niramon, manusia menderita banyak penyakit. Namun, dia tetap bertekad untuk bekerja karena dia tidak memiliki biaya perawatan medis. Akibatnya, ia memutuskan untuk bekerja untuk membayar biaya pengobatannya terlepas dari kondisinya.

Mendengar kisah sedihnya, Niramon meninggalkan uang itu dalam 10 baht (Rp45.000) untuk pria itu. Sayangnya, beberapa pengguna internet mengeluhkan kondisi pria. Ada yang bilang sangat berbahaya, pria dengan kondisi tidak sehat menjadi pengemudi. Ini bisa menyebabkan kecelakaan.

Hilang saat Anda ingin dibayar

Dalam kasus lain, aksi pengemudi taksi online Grab menghilang setelah penumpang kritis, juga viral di jejaring sosial facebook, Menurut sejarah saat ini, pengemudi taksi online Grab telah menghilang ketika penumpang membayarnya.

Kisah pengemudi taksi online Grab adalah salah satu yang diunggah di Facebook Fan Kita Word Kita, Selasa (9/10/2019)

Dalam publikasi tersebut, pengemudi taksi online Grab bernama Kethut Sumanto. Awalnya, ada seorang ibu yang panik mendengar berita bahwa bayinya kekurangan udara untuk muntah karena kambuhnya asma.

Sang ibu bingung mencari bantuan untuk putranya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/9/2019) di ruang gawat darurat Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada. nSang ibu segera memesan taksi online melalui aplikasi Grab. Segera setelah itu, seorang sopir datang untuk menjemputnya. Pengemudi itu adalah pria paruh baya bernama Kethut Sumanto.

Taksi online akhirnya pergi ke sekolah untuk menjemput penumpang mereka dan kemudian langsung pergi ke rumah sakit. Tiba-tiba, sang ibu menyadari bahwa uang yang tersisa bukanlah apa-apa. Konsentrasi mereka terganggu antara menerima uang tunai di ATM dan keinginan anak untuk mendapatkan bantuan dengan cepat.

Pak Kethut diundang oleh ibunya untuk berhenti di sebuah ATM di jalan. Tetapi Pak Kethut tidak berkata apa-apa, tetap fokus sepenuhnya untuk membawa bocah yang sekarang pucat ke rumah sakit terdekat.

Sopir taksi online berakselerasi lebih cepat. Bibir anak terlihat biru, kondisinya terus melemah. Ketika dia tiba di rumah sakit, ibunya berlari mencari saluran telepon dan kemudian berlari ke ATM. Dia meninggalkan bocah itu dengan bibinya untuk mendapatkan uang di ATM terdekat. Namun, setelah ibunya kembali dan berencana untuk membayar layanan taksi online, pengemudi menghilang.

Sejauh ini, penumpang dan keluarga mereka masih mencari sopir taksi online bernama Kethu, katanya. Mereka ingin berterima kasih dan mendapatkan uang dengan layanan mengemudi. Sang ibu kembali ke rumah sakit dan segera membawa putranya ke ruang gawat darurat. Kondisi rumah sakit saat itu adalah untuk menerima puluhan pasien yang berada di barisan belakang.

Tindakan penyelamatan pengemudi bernama Kethut benar-benar luar biasa. Cerita yang diunggah ke halaman penggemar Facebook mengatakan: Kami menerima lebih dari 2.400 komentar dan membagikannya lebih dari 2.500 kali. Aksi pengemudi taksi online yang murah hati kini telah menerima banyak pujian dari warga. Banyak yang memuji dan menyapa keramahan pengemudi. Banyak juga yang berdoa untuk kesehatan Kethut Sumanto.

Saidah Salsabiela : “Semoga Pak Kethut diberikan rejeki yang melimpah.” Rahmad Aja : “Salam hormat buat Pak kethut…semoga selalu dalam lindunganNya.”

Christine Kalvin Mendröfa: “Saya juga memiliki putra asma, jika ia kambuh, itu benar-benar menakutkan. Napasnya penuh dengan kesulitan. Terima kasih kepada Pak Kethut, yang mengutamakan keselamatan anak. Tuhan memberkati semua usahanya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here